Sejarah Hari Santri Nasional


Sejarah Hari Santri – Dalam tiap-tiap jalannya waktu 75 tahun merdeka, Indonesia tidak terlepas dari peranan para Ulama dan Santri. Dan salah satunya bagian penduduk yang peranan penting dalam menjaga kemerdekaan Indonesia merupakan beberapa ulama dan santri.

Ulama dan santri sangat perlu dalam menjaga Republik Indonesia. Utamanya saat Revolusi fisik (1945-1949), di mana mereka terjun langsung guna berjihad menjaga kemerdekaan Indonesia.

Beberapa Ulama pada saat itu setuju atas Resolusi Jihad, dan menyebutkan kalau menjaga kemerdekaan hukumnya Fardhu’ Ain (Kewajiban buat tiap-tiap orang), hal inilah yang kobarkan semangat beberapa pejuang terjun di medan jihad.

Sejarah Hari Santri Nasional

Berdasar pada Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 22 Tahun 2015, tanggal 22 Oktober adalah tanggal peringatan Hari Santri Nasional. Keppres itu diberi tanda tangan oleh Presiden Bapak Jokowi berkaitan dengan pemaknaan peranan santri dalam dalam jaga kemerdekaan bangsa Indonesia selesai kemerdekaan.

Seperti kita pahami, perjuangan rakyat Indonesia menggapai kemerdekaan sangat panjang. Sampai selesai kemerdekaan, lantas masihlah ada usaha persaingan perebutan kembali Indonesia menjadi lokasi jajahan oleh tentara Sekutu.

Kemerdekaan yang kita rasa sekarang tidaklah hasil pemberian, namun tergapai lewat perjuangan yang tidak lolos dari tumpah darah. Dan juga, perjuangan itu tak terbatasi oleh kelompok tertentu, namun berkat perjuangan oleh semua rakyat Indonesia.

Terhitung kelompok santri yang ikut menumpas tentara sekutu dalam beragam perlawanan, terutama waktu perlawanan 10 November.

Sejarah Hari Santri 22 oktober

Pemastian tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional lewat Keppres sesungguhnya miliki dasar peristiwa yang kuat.

Menunjuk pada peristiwa kemerdekaan bangsa Indonesia, tanggal itu adalah tanggal historis. Persisnya di tanggal 22 Oktober 1945 lampau, Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari mengatakan ajakan jihad pada seluruhnya umat Islam di Indonesia guna berjihad lewat peperangan.

Arahnya tak lain merupakan membuat perlindungan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tentara Sekutu yang kembali menjajah lewat invasi militer selesai pernyataan kemerdekaan.

Tentara Sekutu merupakan Inggris selaku negara yang memenangi Perang Dunia Kedua yang hendak ambil kembali sisa jajahan Jepang. Seperti kita ketahui, akhir Oktober 1945 tentara Inggris hadir ke Indonesia buat melepaskan senjata sisa tentara Jepang yang sudah terkuasai oleh Indonesia.

Menyikapi perihal ini, tentu rakyat Indonesia memberi perlawanan pada tentara Inggris.

Selesai melakukan perlawanan menantang Inggris, Belanda lantas gak tinggal diam ingin kembali kuasai Indonesia dengan meluncurkan invasi militer.

Keberhasilan perlawanan bangsa Indonesia dalam menjaga kemerdekaan itu tidak terlepas dari peranan santri yang ikut berjihad.

Karena itu tanggal 22 Oktober ditentukan oleh pemerintahan buat memberi pernyataan sah pada peranan besar umat Islam dalam jaga kemerdekaan.

Pemastian ini sekalian mengoreksi catatan peristiwa nasional, terpenting yang dicatat semasa Orde Baru, yang nyaris tidak mengatakan peranan ulama dan santri.

Fatwa Resolusi Jihad KH. Hasim Asyari

Seperti yang sudah tertuang sebelumny. Bahwa semangat untuk melawan penjajah dari para ulama beserta santri adalah ajakan Kiai Hasyim A.

Beliau menyerukan sebuah ajakn untuk seluruh kompone pesantren. Muatan isi dari fatwa berikut resolusi perang (jihad) yang disuarakan KH. Hasim Asyari adalah sebagai berikut :

  • Dalam Islam melawan orang kafir yang menghambat kemerdekaan kita waktu ini yakni fardhu ain untuk masing-masing orang Islam;
  • Pejuang yang wafat dalam peperangan menantang NICA dan sesegerombolannya berarti mati syahid;
  • Kelompok yang merusak persatuan tanah air wajib dilawan dan perangi.

Dengan kobaran dari sesepuh Ulama Indonesia itu, akhirnya mengobarkan semangat juang santri untuk ikut mewujudkan kemerdekaan.

Demikian ulasan tentang Sejarah Hari Santri Nasional DARI MR ELL. Semoga artikel ini memberikan wawasan dan informasi yang berguna

Bagikan:

Mr Ell

Learn More Gain More, Tak ada yang tidak mungkin selama kita mau belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Jangan Klik Kanan Bro!